Apa saja teknik marketing TikTok? Media sosial yang terkenal dengan banyaknya konten hiburan, kini menjadi salah satu teknik marketing yang powerful bagi bisnis. Bagaimana tidak, angka pengguna TikTok semakin tahun semakin melejit. Tak heran beriklan di platform ini dapat menjangkau banyak orang sekaligus yang bisa meningkatkan penjualan dengan mudah.
Bagi Anda yang masih menggunakan TikTok hanya untuk hiburan saja, pasti Anda penasaran bagaimana media sosial ini bisa meningkatkan penjualan bisnis. Sebelum itu, kita harus mengenal TikTok terlebih dahulu.
Sejarah TikTok
Aplikasi TikTok berasal dari Cina yang diluncurkan pada September 2016. Aplikasi ini adalah media sosial yang penggunanya dapat menyebarkan video musik. Dalam waktu singkat, TikTok tersebar ke seluruh dunia. Apalagi dengan adanya pandemi sejak akhir 2019, membuat semua orang semakin aktif di media sosial, khususnya TikTok.
Per Januari 2023, pengguna TikTok di Indonesia mencapai 99 juta. Angka ini meraih posisi tertinggi ke-2 di seluruh dunia setelah Amerika Serikat. TikTok sangat populer di kalangan masyarakat karena bisa mendapatkan informasi dan hiburan yang cepat dan ringkas, yaitu dalam bentuk video dengan durasi pendek.
Algoritma TikTok
Aplikasi TikTok memiliki laman yang dikenal dengan for you page atau ‘fyp’ yang sering ditonton oleh pengguna. Video yang muncul di fyp didasarkan pada ketertarikan masing-masing orang, yang dilihat dari:
- Akun yang diikuti
- Durasi video yang ditonton
- Video yang disukai / dibagikan
- Video yang ditambahkan ke favorit dan ditandai non-interested
- Video yang dibuat di akun sendiri
- Komentar yang ditulis
- Ketertarikan pada iklan
Konten TikTok
Teknik marketing TikTok yang pertama adalah konten video. Ini berpengaruh banget lho bagi brand awareness dan penjualanmu. Jika kontenmu menarik dan relate bagi banyak orang, maka akan banyak disukai, dicomment, dishare dan lain-lain. Makin banyak, makin besar juga kemungkinan videomu muncul di FYP dan mendapatkan banyak views.
TikTok lovers pasti sudah tidak asing dengan brand kacamata Optika Lunett. Akun TikTok @optikalunett_official sering menyajikan konten yang menggambarkan kehidupan budak korporat. Ternyata banyak orang relate dan menyukai video-videonya.

Banyak juga lho yang sudah kepoin profilnya, alih alih seorang budak korporat biasa, ternyata jualan kacamata! Talent nya memang pakai kacamata sih di setiap videonya, nah ini juga bisa nunjukin gimana sih kalau budak korporat pake kacamata yang dijual oleh brand ini. Menarik ya teknik marketing TikTok ini!
Live Shopping
Teknik marketing TikTok lainnya adalah live shopping. Penjual bisa melakukan live dan menjelaskan produk yang dijual. Selain itu juga dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan yaitu dengan menjawab pertanyaan di kolom komentar. Penjual juga bisa menambahkan keranjang kuning sehingga audiens bisa langsung beli tanpa membuka bagian lain.

TikTok Ads
TikTok awalnya hanya digunakan untuk mengunggah video hiburan. Namun, mengikuti media sosial lainnya seperti Instagram dan Facebook, TikTok akhirnya mengembangkan fitur resmi untuk promosi. Fitur ini bernama TikTok Ads yang dikembangkan sejak tahun 2018 yang ampuh banget buat teknik marketing tiktok.

Bagi Anda pebisnis yang ingin menggunakan TikTok untuk beriklan, kenali dulu jenis-jenis di bawah ini.
Brand Takeover: Anda bisa menampilkan video produk atau bisnis Anda di bagian fyp pengguna saat mereka baru saja membuka aplikasi TikTok. Tampilan yang diperbolehkan adalah video atau gambar singkat, yang berdurasi 3-5 detik. Anda harus memastikan untuk menyampaikan pesan dengan singkat dan jelas dalam video Anda.
Top View Ads: Top view ads serupa dengan jenis iklan yang telah dijelaskan sebelumnya, brand takeover. Bedanya, durasi iklan ini lebih lama yaitu hingga 60 detik. Video yang menghibur dan menarik perhatian pasti akan ditonton oleh pengguna. Teknik marketing TikTok ini lumayan ampuh lho!
In-Feed Video: Iklan jenis ini juga akan muncul di bagian fyp pengguna TikTok, namun setelah pengguna melakukan beberapa kali scroll dari video yang mereka tonton. Iklan ini memiliki konsep seperti konten pada umumnya dan berbaur dengan konten-konten lainnya. Pengguna juga bisa menyukai dan mengomentari video dengan jenis ini.
Branded Augmented Reality: Saat membuat video di TikTok, tak sedikit orang yang menggunakan stiker atau filter agar lebih menarik perhatian. Filter dan stiker ini bisa dibuat dengan augmented reality (AR). Anda bisa membangun branded augmented reality yang sesuai dengan brand Anda.
Biaya Marketing TikTok Ads yang Dibutuhkan
Ternyata biaya yang dibutuhkan tidak semurah itu. Bisa jadi biayanya lebih mahal daripada Facebook dan Instagram. Biaya TikTok Ads di Indonesia sekitar Rp 3.000 per 1000 penayangan. Bahkan, brand besar bisa menghabiskan hingga $50.000 di TikTok. Namun, dengan jangkauannya yang sangat luas wajar jika biayanya mahal.
Itulah penjelasan tentang teknik marketing TikTok. Langsung saja ke aplikasi TikTok yaa jika anda tertarik untuk melakukan teknik marketing di atas.
Baca juga: Teknik Marketing ala Arief Muhammad Viral



