Salah satu pertimbangan saat ingin bekerja atau berkarier adalah jenis perusahaannya, apakah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Swasta. Masing-masing perusahaan memiliki karakteristik dan pengalaman kerja yang berbeda. Simak artikel ini sampai akhir untuk mengetahui perbedaan kerja di BUMN dan swasta untuk membantu Anda membuat keputusan karier yang tepat.
Perbedaan BUMN dan Swasta
Kepemilikan dan Tujuan

BUMN dimiliki oleh pemerintah atau negara dan memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu:
- Menata kebijakan pemerintah dalam hal perekonomian
- Pengelola produksi sumber daya alam untuk masyarakat
- Penyedia barang dengan harga terjangkau dan jasa khusus
- Pembuka lapangan pekerjaan dan membantu koperasi

Sementara tujuan perusahaan swasta yaitu:
- Meningkatkan lapangan pekerjaan
- Meningkatkan produksi nasional
- Meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dan devisa negara
Lingkungan dan Budaya Kerja
-
BUMN
Lingkungan kerja di BUMN umumnya lebih formal dan terstruktur. Adanya hirarki organisasi yang jelas dan prosedur yang ketat dapat memberikan perasaan stabilitas dan keamanan. Namun, hal ini juga bisa berarti adanya birokrasi yang kompleks dan lingkungan yang kaku.
Perusahaan harus memenuhi standar-standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Sesuai tujuannya untuk memberikan layanan publik serta menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, perusahaan ini biasanya lebih fokus pada kinerja jangka panjang. Ada juga beberapa kegiatan nasionalisme yang wajib dihadiri seperti Upacara Hari Kemerdekaan, Upacara Hari Pancasila, dsb.
-
Perusahaan Swasta
Di sisi lain, perusahaan swasta seringkali lebih fleksibel dan adaptif. Budaya kerja yang lebih terbuka terhadap inovasi dan perubahan dapat memungkinkan karyawan untuk lebih berperan aktif dan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap perusahaan. Terlebih bagi perusahaan rintisan atau startup.
Stabilitas Pekerjaan
Orang yang bekerja di BUMN cenderung memiliki tingkat kestabilan pekerjaan yang tinggi. Hal ini menjadi salah satu kelebihan dari perusahaan ini. Jaminan keamanan pekerjaan cenderung diberikan dalam jangka panjang, sementara kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ketat.
Hal tersebut bisa menjadi keuntungan bagi individu yang mencari stabilitas finansial dan kepastian karier. Di sisi lain, perusahaan swasta cenderung lebih rentan terhadap fluktuasi pasar dan perubahan ekonomi, sehingga stabilitas pekerjaan mungkin tidak sekuat di BUMN.
Pengembangan Pendidikan dan Karier
BUMN seringkali memiliki jalur karier yang lebih terstruktur dan jelas. Terdapat kesempatan untuk naik pangkat dan mengisi posisi manajemen yang lebih tinggi. Struktur organisasi yang mapan dan sistem pengembangan karier yang terencana dapat memberikan kejelasan dalam mencapai tujuan karier.
Perusahaan ini juga sering memberikan kesempatan bagi karyawan untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Biaya pendidikan ditanggung oleh perusahaan. Sedangkan perusahaan swasta jarang yang bersedia memfasilitasi biaya pendidikan karyawannya.
Di perusahaan swasta, kemajuan karier seringkali lebih fleksibel dan tergantung pada kinerja individu. Kesempatan untuk memperoleh posisi yang diinginkan bisa lebih cepat tercapai, tetapi juga membutuhkan upaya dan dedikasi yang lebih tinggi.
Gaji dan Kompensasi

Gaji dan kompensasi setiap perusahaan berbeda. Berdasarkan survei, rata-rata gaji karyawan di Indonesia adalah sebesar Rp12.100.000 per bulan serta mediannya senilai Rp10.500.000. Hal ini berarti 50% pegawai di Indonesia mendapat gaji di atas Rp 10,5 juta. Nominal gaji ini juga dipengaruhi oleh tingkat jabatan di perusahaan, pengalaman, dan lokasi tempat bekerja.
Bedanya, BUMN sering menawarkan paket kompensasi yang lebih komprehensif kepada karyawan. Paket tersebut meliputi gaji yang kompetitif, tunjangan kesehatan, tunjangan pensiun, dan fasilitas lainnya.
Di sisi lain, perusahaan swasta dapat menawarkan kompensasi yang lebih tinggi bagi karyawan yang berprestasi. Namun ketika usia produktif karyawan berakhir, perusahaan swasta umumnya hanya memberikan satu kali uang pesangon yang cukup besar tanpa uang pensiun bulanan.
Kebijakan dan Proses Kerja
BUMN seringkali memiliki prosedur dan kebijakan yang lebih kompleks dan berlapis-lapis. Hal ini disebabkan oleh adanya pengawasan pemerintah dan peraturan yang ketat. Perusahaan swasta sering lebih fleksibel dalam hal kebijakan dan proses kerja. Kebijakan yang lebih sederhana dan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dapat meningkatkan responsivitas terhadap perubahan dan inovasi.
Baca juga: Apa itu Perusahaan Perseroan Terbatas (PT)
Perbedaan-perbedaan tersebut mencerminkan karakteristik umum dari BUMN dan perusahaan swasta. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap BUMN atau perusahaan swasta memiliki budaya kerja, nilai-nilai, dan kebijakan yang berbeda. Keputusan untuk bekerja di BUMN atau swasta harus didasarkan pada tujuan karier pribadi, nilai-nilai yang diinginkan, dan preferensi individu.



